Sabtu, 21 Januari 2012

PENTINGNYA KEBERADAAN ARSIP


Arsip, Lembaga Kearsipan dan Aspek Hukumnya di Indonesia[1]

Oleh :
Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum[2]

Pendahuluan
Memahami arsip, lembaga kearsipan dan aspek hukumnya di Indonesia akan sangat bermanfaat bukan hanya untuk  profesi kita masing-masing tetapi bermanfaat untuk kehidupan kita yang sesungguhnya.
Kiranya penulis tidak berlebihan bilamana mengartikan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dalam hidup dan mati. Sebagai bukti pertanggungjawaban dalam hidup mudah menjelaskannya, namun menjelaskan bukti pertanggungjawaban dalam mati harus dengan keyakinan bahwa akan ada kehidupan lagi setelah kematian. Dan ini tentu akan ada hubungannya dengan agama serta keyakinan masing-masing manusia.  Berdasarkan keyakinan penulis yang beragama Islam  dan sesuai dengan yang diberitakan dalam kitab suci Al Qu’ran surat Al Muddatstsir ayat 38 : “Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya”, maka apa saja yang kita perbuat beserta berkas-berkas kehidupannya ternyata akan menjadi pertanggungjawaban kita nanti setelah kematian. Selanjutnya dalam surat Al Qiyaamah ayat 13 dinyatakan pula bahwa : “Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya”. Demikian pula pada surat Az Zalzalah ayat 7 dan 8 : “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”.
 
Bahan Materi Pelatihan Seminar Nasional Tentangg Kearsipan DOWNLOAD DISINI
[1] Disampaikan dalam rangka Seminar Nasional “Arsip Sebagai Memori Kolektif Perguruan Tinggi dan Sumber Penelitian”, diselenggarakan oleh Arsip Universitas Gadjah Mada, 10 Desember 2011.
[2] Lektor Kepala IV/c Jurusan  Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad.

Sosialisasi Penilaian Angka Kredit Dosen th.2011



I.  PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Standar, tata cara, dan prosedur penilaian angka kredit dosen untuk kenaikan jabatan fungsional dosen ke Lektor Kepala dan Guru Besar yang berlaku pada saat ini merupakan akumulasi hasil dari rangkaian proses panjang sejak dikeluarkannya Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara (MENKO WASBANGPAN) Nomor : 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999, tanggal 24 Agustus 1999 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.  Keputusan ini selanjutnya ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : 61409/MPK/KP/99 dan Nomor : 181 Tahun 1999, tanggal 13 Oktober 1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.  Menteri Pendidikan Nasional telah pula mengeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 36/D/O/2001, tangal 4 Mei 2001 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Dosen, sementara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara juga mengeluarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/60/M.PAN/6/2005, tanggal 1 Juni 2005, tentang Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.
Materi Pelatihan  PAK  :
1. Pedoman Operasional AK 209.doc download disini
2. FormDUPAK download disini
3. Edaran DIKTI download disini
4. Presentasi PAK download disini  
5. Karir Dosen download disini
6. Surat Pernyataan download disini
 


Jumat, 20 Januari 2012

PERENCANAAN KELAYAKAN BISNIS RUMAHAN, ( memulai usaha atau tidak ?)

                                 PERENCANAAN  KEUANGAN DALAM MEMULAI USAHA
                                                              by JAUHARI MK,MM



Untuk memulai usaha sendiri, banyak sekali yang dipertimbangkan.

  • Usaha apa ……
  • Modalnya berapa, bagaimana dapatnya ..
  • Bagaimana mendapatkan / memproduksi barang yang dijual ……
  • Bagaimana dan kemana menjualnya ……
  • Bagaimana mengelola bisnis-nya ……
  • Berapa untungnya  ……
  • Kapan balik modal …
  • Dll


Hehehe .. ribet banget ..
Terlalu detail .. terlalu nge-plan .. terlalu perfectionist
Biasanya yang terlalu detail untuk memulai usaha rumahan (small business) masih kebawa tipikal karyawan atau profesionalnya


Umumnya yang berjiwa wirausaha .. hajar dulu .. baru mikir belakangan
Kalau tipikal karyawan .. dipikir pikir .. terus .. jadi ga jalan jalan .. hehe


But anyway …
Apapun tipikalnya ..
Ada hal penting yang harus dipertimbangkan yaitu ;
  • Kalkulasi layak atau tidak-nya secara keuangan
  • Berapa lama balik modalnya, titik impas atau Break Even Point (BEP)

Kelayakan bisnis secara finansial sangat penting, sehingga dapat meminimalkan bisnisnya mati premature.
Ya .. mati sebelum berkembang .. terutama karena kekurangan modal atau dana operasional ketika menjalankan bisnisnya.


Ada berbagai cara, teknik atau teori untuk menghitungnya.

Berhubung yang akan dijalankan adalah bisnis rumahan/kecil, maka metode perhitungan kelayakan bisnis/usaha saya buat lebih simple dan applicable.

Untuk menjalankan usaha sampingan atau usaha kecil kecilan.. tetap bekerja sebagai karyawan ataupun sudah full menjalankan bisnis.

Bisa diterapkan untuk yang mau buka toko, rumah makan, membuat kue dll..

Jadi asumsinya : Modal-nya pas pas-an atau mefet.


Poin poin yang akan dinilai adalah :
  • Layakkah bisnis ini di jalankan ?
  • Berapa lama akan balik modal ?
  • Oke tidak dengan kondisi tersebut ?

Secara simple dana untuk usaha di kategorikan dalam 2 bagian.

Dana Modal

Umumnya di keluarkan pada tahap awal
  • Misalnya membeli peralatan memasak
  • Membeli perlengkapan toko
  • Biaya sewa tempat yang di bayar tahunan
  • Membeli barang / bahan yang digunakan untuk di jual
  • dll


Dana Operasional

Digunakan sebagai dana operasional rutin bulanan yang harus dikeluarkan.
  • Membayar listrik
  • Membayar telepon
  • Membayar gaji pegawai
  • dll



Tahapan yang harus dilalui oleh seorang pengusaha dalam menjalankan bisnisnya, meskipun tidak harus selalu begini tahapannya :

Periode 1.   Masih Rugi, belum menutup biaya operasional
                     Artinya, dalam bulan2 awal mesti siap rugi, dan sudah disiapkan
                     dananya untuk tetap memutar bisnisnya.

Periode 2.  Sudah menutup biaya operasional bulanan
                     Penjualan perbulannya sudah dapat menutupi biaya operasional
                     bulanannya.

Periode 3.   Ada kelebihan dari menutup biaya operasional bulanan
                     Bisa dikatakan ada profit yang dapat menutup biaya modal awal
                     yang dikeluarkan

Periode 4.  Menutup atau balik modal
                       

Ada 2 Hal Utama yang menjadi target kalkulasi :

Tahap 1
Terjual berapa sehingga dapat menutup biaya operasional bulanan
Kategori biaya cash operasinal bulanan :
·        Uang kas keluar :
·        Listrik
·        Telepon
·        Gaji pegawai
·        dll


Tahap 2
Berapa lama dapat balik modal atau BEP
Uang yang telah dikeluarkan sebagai modal awal memulai usaha. Berapa lama dapat balik modal dari hasil penjualan bulanan yang di estimasikan terjadi. 


 Untuk memudahkan pemahamannya, mungkin lebih baik melalui contoh kasus.

Contoh :
Membuka toko pakaian.


 

Tahap 1

Tujuan : Menghitung mesti terjual berapa untuk menutup biaya operasional bulanan.

Jika harga modal pakaian : @ Rp. 65.000
Total pakaian yang dibeli sebanyak 384 pcs
Jadi total dana membeli pakaian Rp. 65.000 X 384 pcs = Rp. 25.000.000
(angka di bulatkan).

(Misalkan) Di set Mark-up 2,5 X dari harga modal.
Dengan Mark-up 2,5 X maka target Sales Stock Ratio (SSR) Balik Modal (BEP) pembelian stock barang, pada saat terjual 40% stock barang.
Saat terjual 40% stock barang atau 153 pcs, sudah mengembalikan biaya pembelian stock pakaian senilai Rp. 25 juta. ( untuk jelasnya mengenai penerapan SSR harap baca artikel “Setting harga jual Rumahan” ).

Dengan markup 2,5 X maka harga jual menjadi Rp. 65.000 X 2,5 = Rp. 162.500


Pada Tahap 1 ini kita harus tahu menjual berapa pcs atau Rp sehingga dapat menutup biaya operasional bulanan sebesar Rp. 5.075.000,-

Berdasarkan perhitungan, maka untuk menutup biaya operasional bulanan tersebut harus menjual sebanyak :
Rp 8.458.333,- (angka tidak bulat, karena semuanya hasil pembulatan desimal).
Atau mudahnya harus mendapatkan penjualan sebanyak Rp. 8,5 juta / bulan
Setara dengan penjualan 52 pcs / bulan


Nilai tersebut didapatkan dari perhitungan di bawah ini :


 
Dengan hasil perhitungan tersebut maka pertimbangannya :
  • Bisakah kita dalam sebulan menjual 52 pcs atau Rp. 8.458.333 ?
  • Bagaimana caranya ? Menaikkan penjualan atau menurunkan biaya ..

Bagaimana cara menjual agar terjual sebesar itu setiap bulan.

Ini sangat penting, karena jika kita tidak bisa menjual di angka itu, maka modal kita akan tergerus dan akhirnya kesulitan cash flow atau kesulitan uang kas untuk menutup biaya biaya yang harus di bayar, kesulitan bayar gaji pegawai, listrik, beli lagi bahan baku .. akhirnya .. sudah tutup saja .. sampai disini .. hehe

Jika sudah memakai modal cadangan lagi dan terlebih kesulitan cash flow, maka akan melemahkan mental kita dalam menjalankan bisnis dan akan semakin mudah untuk stop atau berhenti dari bisnis ini.

Jadi uang penjualan yang utama harus menutup biaya operasional bulanan. Karena jika tidak maka modal ktia akan tergerus .. cash flow terganggu ..


Jika dalam tahap 1 ini Anda tidak dapat menemukan cara dan keyakinan untuk menjual sebanyak 52 pcs, maka lebih baik untuk menunda dulu membuka usahanya.


Tahap 2

Ini adalah tahapan awal .. masa mau usaha hanya untuk menutup biaya bulanan doang ….. kapan mau balikin modal awal dan kapan mau untungnya nih …


Artinya, kita harus bisa menjual lebih dari 52 pcs atau lebih dari Rp 8.458.333,-

Misalkan, berdasarkan strategy yang disusun, di estimasikan akan terjual sebanyak 100 pcs / bulan.

Dengan penjualan 100 pcs  / bulan, maka balik modal atau BEP atau titik impas akan tercapai dalam waktu 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan.

Dengan perhitungan sebagai berikut :


 
Balik modal 15 bulan ok tidak ?
Umumnya dibawah 2 tahun sudah OK


Issu yang dihadapi dalam tahapan 2 adalah :
  • Bagaimana agar tetap menjaga penjualan terjual 100 pcs/bulan
  • Bagamaina mempercepat periode BEP, menjual lebih dari 100 pcs/bulan


Dua perhitungan tersebutlah yang dinilai.
Dan berusahalah bertindak kreatif untuk memecahkan masalah di setiap tahapan.

Point-nya dalam menjalankan usaha kecil dengan modal yang pas-pas-an adalah pentingnya menjaga aliran uang kas yang masuk dan keluar.
Maksudnya, dapat menutup semua biaya yang harus keluar di bulan tersebut dari uang hasil penjualan.

Dalam memulai bisnis .. kita akan menemukan banyak ‘kerikil” yang mungkin belum terbayangkan sebelumnya.
Jika kita dapat bertahan, paling tidak mampu menutup biaya operasional bulanan .. maka kita akan mengalami proses tahapan pembelajaran di bisnis tersebut ..
Jadi akan semakin mengerti dan semakin pintar menjalankan bisnisnya.


Jangan sampai .. kita belum mengetahui permasalahannya atau belum selesai mempelajarinya .. sudah out karena uang / modal sudah habis, apalagi jika meninggalkan hutang ..


Akhirnya ….
Jangan takut untuk memulai usaha
Mulailah dari langkah kecil
Mulailah dari modal yang tidak besar
Jika memungkinkan sisakan dana untuk bertahan bisnis selama satu tahun untuk pembelajaran.




Selamat jadi Wirausaha Sukses

Kamis, 08 Desember 2011

Seribu Manfaat Jambu Biji, Dari Penangkal Flu hingga Cegah Kanker

Seribu Manfaat Jambu Biji, Dari Penangkal Flu hingga Cegah Kanker

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Jambu biji memang tidak sepopuler jeruk atau semahal apel. Jika Anda berpikir jeruk adalah yang terbaik untuk vitamin C, Anda perlu mencoba jambu biji.
Satu jambu biji memiliki 165 miligram (mg) vitamin C. Sementara, satu jeruk hanya mengandung 69 mg saja. Kandungan vitamin C pada jambu biji ini efektif dalam mengobati infertilitas pria.
Di bawah kulitnya yang hijau, jambu biji memiliki banyak manfaat yang ditawarkan. Satu buah jambu sehari berguna mengurangi resiko penyakit mulai dari flu biasa, gusi bengkak, tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes sampai kanker.
Jambu biji memiliki serat makanan berlimpah sehingga baik dikonsumsi bagi yang mengalami sembelit. Bagi yang sedang mencoba untuk menurunkan berat badan, tingginya kandungan serat jambu biji juga sangat bermanfaat.
Buah ini kaya vitamin, serat dan mineral. Jika dijadikan bagian dari makanan sehari-hari, penelitian menunjukkan jambu biji sangat efektif mencegah kanker dan penyakit jantung. Buah yang memiliki nama latin Psidium guajava ini membantu tubuh memerangi radikal bebas yang dihasilkan selama metabolisme.
Para peneliti bekerja untuk departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) telah menemukan bahwa jambu biji mungkin di antara buah terkaya antioksidan. Buah yang lezat ini juga memiliki beta karoten, kalium dan serat larut.
Jambu biji dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengendalikan tekanan darah dan kolesterol. Kemampuan jambu biji untuk menurunkan tekanan darah disebabkan adanya kandungan kalium. Kalium merupakan elektrolit yang penting untuk reaksi listrik dalam tubuh termasuk pada jantung.
Buah ini juga dikenal bisa menyembuhkan luka eksternal serta mengobati pendarahan hidung dan gusi. Buah yang hidup di daerah tropis ini bisa juga mencegah penyakit 'orang tua' seperti pikun dan katarak. Adanya karbohidrat kompleks dan kandungan serat yang tinggi bisa bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.
Makan satu jambu biji untuk sarapan memberikan dosis harian yang sangat dibutuhkan seperti zat besi, asam folat, kalsium, serat, protein, karbohidrat, vitamin A, B dan banyak vitamin C. Kandungan lemak total satu jambu biji sekitar 0,9 gram atau 84 kalori. Dibandingkan dengan apel, buah ini memiliki 38 persen lemak dan 42 persen kalori yang lebih sedikit.

Makan Ikan Kurangi Risiko Sakit Jantung

Makan Ikan Kurangi Risiko Sakit Jantung

REPUBLIKA.CO.ID, Jika ingin memberikan menu sehat dan lezat untuk keluarga, jangan lupa memasukan ikan di antara makanan yang Anda santap. Selain bermanfaat meningkatkan memori otak, ikan dapat mengurangi risiko penyakit jantung pada wanita muda.
Ikan kaya asam lemak omega 3. Menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal American Heart Association, ikan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Penelitian dilakukan pada wanita usia subur di Denmark. Mereka yang jarang atau tidak pernah makan ikan memiliki 50 persen lebih banyak masalah kardiovaskular daripada mereka yang makan ikan secara teratur.
Selain itu, mereka memiliki 90 persen risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Sebanyak 49 ribu wanita usia 15-49 tahun menjawab kuisioner tantang jenis makanan yang biasa dimakan, seberapa sering mereka makan ikan, gaya hidup dan riwayat keluarga.
Studi ini mengungkapkan bahkan wanita yang makan ikan beberapa kali sebulan cukup membawa pengaruh yang baik bagi kesehatan mereka. Mereka lebih jarang sakit.
 
"Wanita yang makan ikan menemukan hasil yang menggembirakan. Penting untuk ditekankan bahwa untuk mendapatkan manfaat terbesar dari ikan dan minyak ikan, perempuan harus makan ikan setidaknya dua kali sepekan," kata peneliti utama, Marin Strom.
Ikan yang paling umum dikonsumsi oleh wanita dalam penelitian ini adalah ikan cod, salmon, herring, dan mackerel.

Rabu, 16 November 2011

HINDARI CEKIKAN KARTU KREDIT

Newsroom Blog

Hindari Cekikan Musim Berbunga

Oleh Herry Gunawan | Newsroom Blog – Sen, 14 Nov 2011

Bank Sentral akan melarang penerbit kartu kredit mengenakan bunga berbunga, alias bunga majemuk. Aturan akan ditetapkan belajar dari korban yang tagihannya terus membengkak akibat penambahan bunga tiada henti. Karenanya, Bank Indonesia akan merevisi peraturan terkait. Bagaimana prinsip bunga yang berlaku sekarang?

Pada praktek yang berlaku saat ini, nilai pokok utang terus-menerus ditambahkan dengan bunga dari sisa tunggakan. Hitungannya adalah harian, yang menggunakan patokan 360 hari dalam setahun. Kemudian, hasil penambahan itu menjadi beban tagihan berikutnya.Untuk selanjutnya, mulai 1 Januari 2013, Bank Indonesia berjanji menerapkan kebijakan baru: yang berhak dikenakan bunga adalah nilai pokok yang belum dibayar.

Misalnya, pada 1 Maret Anda berbelanja dengan kartu kredit sebesar Rp 1.000.000.  Suku bunga kartu Anda adalah 3,5 persen per bulan atau 42 persen dalam setahun.

Tanggal cetak kartu tagihan adalah 14 Maret dan jatuh temponya dua minggu kemudian, yaitu tanggal 28 di bulan yang sama.

Anda membayar tagihan pada tanggal 17 Maret. Namun tidak penuh, melainkan hanya 10 persen atau Rp 100.000, sesuai batas minimun pembayaran. Pertanyaannya, berapa yang harus Anda bayar, ketika tagihan kedua datang pada 14 April?

Dengan model yang berlaku sekarang, perhitungannya adalah:

Mengingat masih ada sisa pokok yang belum dilunasi, maka sebenarnya pembayaran melalui kartu plastik tersebut terhitung sebagai pinjaman yang harus dikenakan bunga. Pada tagihan bulan berikutnya akan tampak. Berapa yang ditagihkan?

Perhitungan pertama:
Selisih antara transaksi dengan datangnya tagihan adalah 14 hari. Kalikan jumlah hari ini dengan suku bunga setahun (42 persen atau 0,42). Hasilnya kalikan kembali nilai transaksi yang Rp 1.000.000 dan dibagi jumlah hari dalam setahun (360). Maka didapat Rp 16.333. Ini namanya perhitungan bunga pertama.

Perhitungan kedua:

Untuk bunga kedua, jumlah hari yang dihitung adalah periode 15-17 Maret (hingga Anda bayar tagihan pertama) atau tiga hari. Dengan model menghitung yang pertama: jumlah hari dikalikan bunga setahun, kemudian dikalikan lagi jumlah tagihan. Hasilnya dibagi 360 hari. Maka hasilnya adalah Rp 3.500. Selesai? Belum!

Hitungan ketiga:
Masih ada beban bunga ketiga yang tetap memasukan sisa hari yang belum dikenakan bunga hingga tanggal tagihan kedua datang. Jadi, 18 Maret hingga 14 April atau 27 hari. Namun, pengalinya adalah sisa pokok tagihan yaitu Rp 900.000 lantaran Anda sudah sempat membayarnya 10 persen tadi. Dan hasilnya: Rp 28.350.

Jadi, berapa nilai yang tercetak di kertas tagihan periode kedua yang datang pada 14 April itu?
Jumlahkan bunga pertama hingga ketiga plus sisa pokok pinjaman yang Rp 900.000. Totalnya sebesar Rp 948.183. Inilah yang harus Anda bayar.

Jika yang diinginkan oleh Bank Indonesia sebatas tagihan pokok yang harus dibayar, maka sesuai peraturan baru, yang dikenakan bunga adalah Rp 900.000.  Alias jumlah yang belum ditambah dengan bunga-bungaan tadi serta tambahan-tambahan lain.

Mudah-mudahan BI tidak urung dengan rencana kebijakannya tadi. Sehingga, nasabah kartu kredit yang memang membutuhkan bisa lebih terlindungi.

Sebagai antisipasi, sebaiknya lebih cermat menggunakan kartu kredit. Cara paling jitu mencegah cekikan bunga berbunga adalah membayar penuh di saat tagihan pertama. Sebab, masa berbunga belum tiba. Iuran yang dibayar setiap tahun pun menjadi bermanfaat dengan hadirnya jasa tanpa bunga. 

Sebaliknya kalau tidak dilunasi, maka kartu kredit tidak lagi sekadar fasilitas pembayaran.  Kartu kredit akan menjadi tiket untuk mendapatkan utang yang bunganya terus berbunga hingga mencekik. Kalau sudah begini, berlarilah sebelum penagih utang datang.

Herry Gunawan jadi wartawan pada 1993 hingga awal 2008. Sempat jadi konsultan untuk kajian risiko berbisnis di Indonesia, kini kegiatannya riset, sekolah, serta menulis

Manajemen Pemasaran

Pemasaran telah berubah cepat akibat perubahan lingkungan baik bisnis maupun non bisnis, yang diidentifikasi dari: 1.   Perubahan perila...