Buat Mahasiswa AKFIS "YAB"
Berdasarkan edaran dari DIKTI yang didistribusikan informasinya oleh Kopertis V , bahwa TA 2012 untuk Beasiswa PPA mupun BBM sudah bisa di pelajari tatacara serta pedomannya. Bagi yang lolos seleksi silakan download filenya dan pelajari isinya :
1. Edaran PPA dan BBM , klik disini
2.Pedoman PPA dan BBM , kilik disini
3.Formulir Beassiswa PPA dan BBM, klik disini
Senin, 13 Februari 2012
Sabtu, 21 Januari 2012
PENTINGNYA KEBERADAAN ARSIP
Arsip, Lembaga Kearsipan dan Aspek Hukumnya di Indonesia[1]
Oleh :
Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum[2]
Pendahuluan
Memahami arsip, lembaga kearsipan dan aspek hukumnya di Indonesia akan sangat bermanfaat bukan hanya untuk profesi kita masing-masing tetapi bermanfaat untuk kehidupan kita yang sesungguhnya.
Kiranya penulis tidak berlebihan bilamana mengartikan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dalam hidup dan mati. Sebagai bukti pertanggungjawaban dalam hidup mudah menjelaskannya, namun menjelaskan bukti pertanggungjawaban dalam mati harus dengan keyakinan bahwa akan ada kehidupan lagi setelah kematian. Dan ini tentu akan ada hubungannya dengan agama serta keyakinan masing-masing manusia. Berdasarkan keyakinan penulis yang beragama Islam dan sesuai dengan yang diberitakan dalam kitab suci Al Qu’ran surat Al Muddatstsir ayat 38 : “Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya”, maka apa saja yang kita perbuat beserta berkas-berkas kehidupannya ternyata akan menjadi pertanggungjawaban kita nanti setelah kematian. Selanjutnya dalam surat Al Qiyaamah ayat 13 dinyatakan pula bahwa : “Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya”. Demikian pula pada surat Az Zalzalah ayat 7 dan 8 : “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”.
Bahan Materi Pelatihan Seminar Nasional Tentangg Kearsipan DOWNLOAD DISINI
[1] Disampaikan dalam rangka Seminar Nasional “Arsip Sebagai Memori Kolektif Perguruan Tinggi dan Sumber Penelitian”, diselenggarakan oleh Arsip Universitas Gadjah Mada, 10 Desember 2011.
[2] Lektor Kepala IV/c Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad.
Sosialisasi Penilaian Angka Kredit Dosen th.2011
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Standar, tata cara, dan prosedur penilaian angka kredit dosen untuk kenaikan jabatan fungsional dosen ke Lektor Kepala dan Guru Besar yang berlaku pada saat ini merupakan akumulasi hasil dari rangkaian proses panjang sejak dikeluarkannya Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara (MENKO WASBANGPAN) Nomor : 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999, tanggal 24 Agustus 1999 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya. Keputusan ini selanjutnya ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : 61409/MPK/KP/99 dan Nomor : 181 Tahun 1999, tanggal 13 Oktober 1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya. Menteri Pendidikan Nasional telah pula mengeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 36/D/O/2001, tangal 4 Mei 2001 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Dosen, sementara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara juga mengeluarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/60/M.PAN/6/2005, tanggal 1 Juni 2005, tentang Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.
Materi Pelatihan PAK :
1. Pedoman Operasional AK 209.doc download disini
2. FormDUPAK download disini
3. Edaran DIKTI download disini
4. Presentasi PAK download disini
5. Karir Dosen download disini
6. Surat Pernyataan download disini
Jumat, 20 Januari 2012
PERENCANAAN KELAYAKAN BISNIS RUMAHAN, ( memulai usaha atau tidak ?)
by JAUHARI MK,MM
Untuk memulai usaha sendiri, banyak sekali yang dipertimbangkan.
- Usaha apa ……
- Modalnya berapa, bagaimana dapatnya ..
- Bagaimana mendapatkan / memproduksi barang yang dijual ……
- Bagaimana dan kemana menjualnya ……
- Bagaimana mengelola bisnis-nya ……
- Berapa untungnya ……
- Kapan balik modal …
- Dll
Hehehe .. ribet banget ..
Terlalu detail .. terlalu nge-plan .. terlalu perfectionist
Biasanya yang terlalu detail untuk memulai usaha rumahan (small business) masih kebawa tipikal karyawan atau profesionalnya
Umumnya yang berjiwa wirausaha .. hajar dulu .. baru mikir belakangan
Kalau tipikal karyawan .. dipikir pikir .. terus .. jadi ga jalan jalan .. hehe
But anyway …
Apapun tipikalnya ..
Ada hal penting yang harus dipertimbangkan yaitu ;
- Kalkulasi layak atau tidak-nya secara keuangan
- Berapa lama balik modalnya, titik impas atau Break Even Point (BEP)
Kelayakan bisnis secara finansial sangat penting, sehingga dapat meminimalkan bisnisnya mati premature.
Ya .. mati sebelum berkembang .. terutama karena kekurangan modal atau dana operasional ketika menjalankan bisnisnya.
Ada berbagai cara, teknik atau teori untuk menghitungnya.
Berhubung yang akan dijalankan adalah bisnis rumahan/kecil, maka metode perhitungan kelayakan bisnis/usaha saya buat lebih simple dan applicable.
Untuk menjalankan usaha sampingan atau usaha kecil kecilan.. tetap bekerja sebagai karyawan ataupun sudah full menjalankan bisnis.
Bisa diterapkan untuk yang mau buka toko, rumah makan, membuat kue dll..
Jadi asumsinya : Modal-nya pas pas-an atau mefet.
Poin poin yang akan dinilai adalah :
- Layakkah bisnis ini di jalankan ?
- Berapa lama akan balik modal ?
- Oke tidak dengan kondisi tersebut ?
Secara simple dana untuk usaha di kategorikan dalam 2 bagian.
Dana Modal
Umumnya di keluarkan pada tahap awal
- Misalnya membeli peralatan memasak
- Membeli perlengkapan toko
- Biaya sewa tempat yang di bayar tahunan
- Membeli barang / bahan yang digunakan untuk di jual
- dll
Dana Operasional
Digunakan sebagai dana operasional rutin bulanan yang harus dikeluarkan.
- Membayar listrik
- Membayar telepon
- Membayar gaji pegawai
- dll
Tahapan yang harus dilalui oleh seorang pengusaha dalam menjalankan bisnisnya, meskipun tidak harus selalu begini tahapannya :
Periode 1. Masih Rugi, belum menutup biaya operasional
Artinya, dalam bulan2 awal mesti siap rugi, dan sudah disiapkan
dananya untuk tetap memutar bisnisnya.
Periode 2. Sudah menutup biaya operasional bulanan
Penjualan perbulannya sudah dapat menutupi biaya operasional
bulanannya.
Periode 3. Ada kelebihan dari menutup biaya operasional bulanan
Bisa dikatakan ada profit yang dapat menutup biaya modal awal
yang dikeluarkan
Periode 4. Menutup atau balik modal
Ada 2 Hal Utama yang menjadi target kalkulasi :
Tahap 1
Terjual berapa sehingga dapat menutup biaya operasional bulanan
Kategori biaya cash operasinal bulanan :
· Uang kas keluar :
· Listrik
· Telepon
· Gaji pegawai
· dll
Tahap 2
Berapa lama dapat balik modal atau BEP
Uang yang telah dikeluarkan sebagai modal awal memulai usaha. Berapa lama dapat balik modal dari hasil penjualan bulanan yang di estimasikan terjadi.
Untuk memudahkan pemahamannya, mungkin lebih baik melalui contoh kasus.
Contoh :
Membuka toko pakaian.
Tahap 1
Tujuan : Menghitung mesti terjual berapa untuk menutup biaya operasional bulanan.
Jika harga modal pakaian : @ Rp. 65.000
Total pakaian yang dibeli sebanyak 384 pcs
Jadi total dana membeli pakaian Rp. 65.000 X 384 pcs = Rp. 25.000.000
(angka di bulatkan).
(Misalkan) Di set Mark-up 2,5 X dari harga modal.
Dengan Mark-up 2,5 X maka target Sales Stock Ratio (SSR) Balik Modal (BEP) pembelian stock barang, pada saat terjual 40% stock barang.
Saat terjual 40% stock barang atau 153 pcs, sudah mengembalikan biaya pembelian stock pakaian senilai Rp. 25 juta. ( untuk jelasnya mengenai penerapan SSR harap baca artikel “Setting harga jual Rumahan” ).
Dengan markup 2,5 X maka harga jual menjadi Rp. 65.000 X 2,5 = Rp. 162.500
Pada Tahap 1 ini kita harus tahu menjual berapa pcs atau Rp sehingga dapat menutup biaya operasional bulanan sebesar Rp. 5.075.000,-
Berdasarkan perhitungan, maka untuk menutup biaya operasional bulanan tersebut harus menjual sebanyak :
Rp 8.458.333,- (angka tidak bulat, karena semuanya hasil pembulatan desimal).
Atau mudahnya harus mendapatkan penjualan sebanyak Rp. 8,5 juta / bulan
Setara dengan penjualan 52 pcs / bulan
Nilai tersebut didapatkan dari perhitungan di bawah ini :
Dengan hasil perhitungan tersebut maka pertimbangannya :
- Bisakah kita dalam sebulan menjual 52 pcs atau Rp. 8.458.333 ?
- Bagaimana caranya ? Menaikkan penjualan atau menurunkan biaya ..
Bagaimana cara menjual agar terjual sebesar itu setiap bulan.
Ini sangat penting, karena jika kita tidak bisa menjual di angka itu, maka modal kita akan tergerus dan akhirnya kesulitan cash flow atau kesulitan uang kas untuk menutup biaya biaya yang harus di bayar, kesulitan bayar gaji pegawai, listrik, beli lagi bahan baku .. akhirnya .. sudah tutup saja .. sampai disini .. hehe
Jika sudah memakai modal cadangan lagi dan terlebih kesulitan cash flow, maka akan melemahkan mental kita dalam menjalankan bisnis dan akan semakin mudah untuk stop atau berhenti dari bisnis ini.
Jadi uang penjualan yang utama harus menutup biaya operasional bulanan. Karena jika tidak maka modal ktia akan tergerus .. cash flow terganggu ..
Jika dalam tahap 1 ini Anda tidak dapat menemukan cara dan keyakinan untuk menjual sebanyak 52 pcs, maka lebih baik untuk menunda dulu membuka usahanya.
Tahap 2
Ini adalah tahapan awal .. masa mau usaha hanya untuk menutup biaya bulanan doang ….. kapan mau balikin modal awal dan kapan mau untungnya nih …
Artinya, kita harus bisa menjual lebih dari 52 pcs atau lebih dari Rp 8.458.333,-
Misalkan, berdasarkan strategy yang disusun, di estimasikan akan terjual sebanyak 100 pcs / bulan.
Dengan penjualan 100 pcs / bulan, maka balik modal atau BEP atau titik impas akan tercapai dalam waktu 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan.
Dengan perhitungan sebagai berikut :
Balik modal 15 bulan ok tidak ?
Umumnya dibawah 2 tahun sudah OK
Issu yang dihadapi dalam tahapan 2 adalah :
- Bagaimana agar tetap menjaga penjualan terjual 100 pcs/bulan
- Bagamaina mempercepat periode BEP, menjual lebih dari 100 pcs/bulan
Dua perhitungan tersebutlah yang dinilai.
Dan berusahalah bertindak kreatif untuk memecahkan masalah di setiap tahapan.
Point-nya dalam menjalankan usaha kecil dengan modal yang pas-pas-an adalah pentingnya menjaga aliran uang kas yang masuk dan keluar.
Maksudnya, dapat menutup semua biaya yang harus keluar di bulan tersebut dari uang hasil penjualan.
Dalam memulai bisnis .. kita akan menemukan banyak ‘kerikil” yang mungkin belum terbayangkan sebelumnya.
Jika kita dapat bertahan, paling tidak mampu menutup biaya operasional bulanan .. maka kita akan mengalami proses tahapan pembelajaran di bisnis tersebut ..
Jadi akan semakin mengerti dan semakin pintar menjalankan bisnisnya.
Jangan sampai .. kita belum mengetahui permasalahannya atau belum selesai mempelajarinya .. sudah out karena uang / modal sudah habis, apalagi jika meninggalkan hutang ..
Akhirnya ….
Jangan takut untuk memulai usaha
Mulailah dari langkah kecil
Mulailah dari modal yang tidak besar
Jika memungkinkan sisakan dana untuk bertahan bisnis selama satu tahun untuk pembelajaran.
Selamat jadi Wirausaha Sukses
Langganan:
Postingan (Atom)
Manajemen Pemasaran
Pemasaran telah berubah cepat akibat perubahan lingkungan baik bisnis maupun non bisnis, yang diidentifikasi dari: 1. Perubahan perila...
-
Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi) Penyakit darah tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami p...
-
u Ben turan Budaya adalah hal yg pasti: - P erbedaan antara peradaban tidak hanya riil, tetapi juga mendasar. - D unia makin menyempit , ...




